Untukmu yang disana
Orang yang selalu aku rindui
Orang yang tak aku temui
Di dunia yang tidak pernah kita jajaki
Disana kita berdua menciptakan dunia sendiri
Hanya aku dan kamu dan dunia gila kita
Kita telah lupa
Bahwa kegilaan kita selalu terproyeksi
Plus dan minus kita dipantaui dan tercatat dalam diagram
Kala itu kita tak perduli baik atau buruk
Yang kita tahu hanya bahagia ketika kita lihat diri kita menyatu di layar
Entah sudah tertoreh berapa diagram kita
Facebook, mesenger, skype, nimbuzz, dan yang terakhir oovoo
Tapi itu bukan akhir dunia kita
Bahkan mungkin lewat dunia tulisan ini aku mencoba kembali menjadi gila
Lewat tulisan tanpa suara ini kuciptakan masa-masa dimana kita bahagia dalam gila
Mungkin tak akan satupun mengerti
Aku tak perduli
Apapun yang aku tintai disini
Adalah isi hati
Hati yang gila
Kegilaan yang membawa bahagia
Entah berapa histori luka diantara kita
Tetap saja aku kembali
Kembali di dunia yang belum pernah kita lihat dalam peta
Untukmu yang disana
Meski tak ada kemustahilan
Tetapi saya tetap saja bimbang
Adakah maksud yang terselubungi
Dalam bintang bersinar aku bermunajat
Semoga halal akan mempertemukan kita
Bukan bertemu untuk menjadi gila
Bertemu untuk bersama
Membunuh abstrak antara kita
Membuat dunia gila kita nyata
Dan gila kita untuk bahagia yang sebenarnya
